Sawah Dangka — Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Mu’allimin Muhammadiyah Sawah Dangka kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader-kader da’i dan imam yang siap terjun ke tengah masyarakat. Sebanyak 42 santri resmi dilepas untuk mengemban amanah sebagai Imam Ramadhan 1447 Hijriah di berbagai masjid dan mushalla.


Ke-42 santri tersebut merupakan santri pilihan yang telah melewati proses seleksi yang ketat. Mereka diuji dari segi kualitas bacaan Al-Qur’an, hafalan, tajwid, adab, hingga kesiapan mental dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat. Proses ini dilakukan untuk memastikan para imam benar-benar siap menjalankan amanah dengan baik.
Kegiatan pelepasan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh pimpinan pesantren, para asatidz, serta seluruh santri. Momentum ini menjadi bagian dari pembinaan dan pengabdian santri, sekaligus ajang implementasi ilmu Al-Qur’an yang telah dipelajari selama di pesantren.
Dalam sambutannya, pihak pesantren menyampaikan bahwa tugas menjadi imam Ramadhan bukan sekadar memimpin shalat Tarawih, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak, bacaan Al-Qur’an, serta interaksi sosial di tengah masyarakat. Para santri diharapkan mampu menjaga nama baik almamater serta memberikan kontribusi positif bagi jamaah di tempat mereka bertugas.
Program pengiriman imam Ramadhan ini merupakan agenda rutin tahunan pesantren sebagai bentuk dakwah dan pengabdian kepada umat. Selain memperkuat peran santri di tengah masyarakat, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan para santri.
Dengan dilepasnya 42 santri sebagai Imam Ramadhan 1447 H, diharapkan kehadiran mereka dapat membawa keberkahan, menambah semangat ibadah masyarakat, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian mereka. Aamiin.













